Assalamu'alaikum War Wab.
Selamat berjumpa dengan saya, Sikarang Batukapur.
Kali ini saya akan mengabarkan kepada anda tentang perjuangan seorang guru wanita yang sempat mengundang perhatian publik.
Si dia adalah bu guru yang cukup mengidola baik di kalangan teman sejawat maupun di kancah masyarakat. Memang, bu guru yang satu ini terkategori sebagai aktivis organisasi kaum wanita di antara kesibukannya mengabdikan diri di dunia pendidikan. Kecerdasan dan loyalitas sosial sudah semerbak sejak di SMA Negeri 1 Tayu. Kini bu guru yang Sarjana itu sedang teruji kompentensinya dengan bakat siswa didiknya yang terkendala.
*****************************************************************************
Namanya Ratih Agnityas Wulandari. Berdomisili di Desa Tayuwetan, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Bu Ratih, (demikian panggilan akrab dari anak-anak didiknya) adalah seorang guru di MI Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Kecamatan Tayu.
Pada suatu sa'at (belum lama berselang), Srikandi tanpa tanda jasa ini sempat berbincang-bincang dengan saya, tentang tantangan perjuangan yang dia hadapi. Tak lain adalah upaya menghantarkan siswa didiknya ke jenjang cita-cita yang terkendala oleh sebuah diskriminasi.
Inilah copy dialog dengannya pada saat itu :
Pada suatu sa'at (belum lama berselang), Srikandi tanpa tanda jasa ini sempat berbincang-bincang dengan saya, tentang tantangan perjuangan yang dia hadapi. Tak lain adalah upaya menghantarkan siswa didiknya ke jenjang cita-cita yang terkendala oleh sebuah diskriminasi.
Inilah copy dialog dengannya pada saat itu :
Lagi sibuk berjuang pak
melawan diskriminasi
Ya, begitulah yg namanya jiwa pahlawan
itu, Neng, tak lekang karna panas tak rapuh karna hujan. Siapa tahu minggu
depan ada hujan buat Neng
iya pak.....mksh atas doanya
meskipun harus repot kmrn bolak
balik pati dipanggil kemenag kabupaten
alhamdulilah kemenag pusat
menangggapinya
Oke.... lanjut aja !
Sel 21:48
mlm....pak
mlm juga. Apa kabar ? Capek? Jenuh ?
dll ? Atau msh sibuk ?
lumayan pak hehehe
Yah, mumpung msh muda, gunakan waktu
untuk menebar kemanfaatan bagi sesama. .
besok saya di panggil ka upt
mengenai protes saya
bukan saya lancang melawannya
krn saya berjuang
dg apa yg saya anggap tdk adil
Berarti ada respon. Smoga saja
keadilan dan kebenaran akan berpihak padamu. Dan siapapun yg tak faham apa yg
kamu tanam saat ini segera mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
bukan berarti aq melawan pak
suhartotok
sy nggak menghormatinya
tp kita hrs meluruskan aturan dlm
juknis..
besok akan saya hadapi..
Protes untuk memperoleh sebuah
kebenaran adalah suatu hal yg wajar, dan memang perlu mendapatkan kejelasan dan
keputusan yang bisa diterima oleh pihak-pihak terkait. mencari kesepakatan
adalah hak yg hrs dihormati.
makasih pak
Demi kepentingan anak bangsa. Aku
salut dengan apa yg neng lakukan. Smoga sukses.
kadang saya pingin nagis pak
betapa sulitnya memperoleh
keadilan...2 thn
tp kadang mereka ngga mengerti apa
yg kita rasakan
mereka ngga nggubris protes kita
ketika DPR,BUPATI,STAF MENTERI
tau....baru ada respon
Aq mmg menulis surat resmi pak
di blog ku juga ada curahan2 hati ke
galauan tentang perjuanganku
Knapa hrs nangis. Bukankah tangisan
itu hanya untuk kompensasi penyesalan ketika berbuat salah/dosa. Sharusnya
tetap tersenyum dan bersemangat, karena itu adalah energi yg memotori jiwa.
Kalaupun apa yg tlh neng perbuat sekarang ini blm memperoleh hasil yg maksimal,
tak apa. Bukankah lebih terhormat melakukan upaya dari pada tdk sama sekali.
Konsisten dan tak jera dalam bertindak benar adalah kunci keberhasilan.
Percayalah ada saatnya nanti Allah akan memberikan yg terbaik bagi umatnya.
Bagimu, baginya, bagi mereka.........
ya...pak
aq mau nangis pak....cuma sulitnya
jalan itu pak
Bersyukurlah, Neng diberi jalan yg
sulit, berarti neng punya kelebihan yg tdk selayaknya cuma nggarap soal yg
mudah.
tapi ketika dukungan dr pak rukman
basori...staf mentri dr jakarta...membuat semangat lg...trs ketua DPRD...datang
langsung ketemu saya di MI...Bilang salut atas keberaniannya...membuat saya
semakin kuat pak....n bnyk yg mengungkapkan dukungannya...SEKDA Kabupaten
pati....Koran harian pati....juga
Apa sy bilang.
saya malah nangis pak...nggak
nyangka
Saya ucapkan terimakasih...dg tmn2
wartawan...dan staf2 kabupaten pati yg membantu saya.....
pak kanwil propinsi juga saya
ucapkan terimakasih
Apapun bs saja terjadi. Tp harapan
yg seolah-olah sulit untuk diraih, akan mendatangkan keharuan bercampur
kebahagiaan. Yg ini kadang bisa menumpahkan air mata tanpa kita sadari. Akupun
pernah seperti itu ketika anak-anaku meraih keberhasilan atas harapan-harapannya.
iyapak....aq nangis ketika disalami
pejabat2
dan mereka mengucapkan...bu
ratih..sikecil yg pemberani
Ya, smoga apa yg terjadi pada Neng
hari kemarin, hari ini, dan hari esuk merupakan sebuah pelajaran berharga yg
bisa memotivasi orang lain, terlebih anak-anak bangsa calon pemimpin masa
depan.
amin....
semoga
Rupanya pembicaraan kita sdh cukup
panjang, Neng. Jika tak keberatan, bagaimana jika dialog ini saya terbangkan di
angkasa lewat sebuah blog ?
boleh...pak,,,,,,
Makasih
Harianpati.com – Menanggapi
kasus dugaan diskriminasi yang terjadi kepada siswa yang sekolah di MI dalam
seleksi Popda Kecamatan Tayu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Mussalam
bereaksi keras atas kejadian tersebut. Pihaknya berencana mengundang seluruh instansi
terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kejadian ini tidak bisa dibiarkan, karena ini menyangkut hak anak bangsa. Apalagi dalam hal ini juga ada dugaan praktek pungli,” kata Mussalam Ketua Komisi D DPRD Pati, Selasa (1/12).
Aroma pungli yang diterapkan tim seleksi kepada sekolah yang akan mengikuti seleksi terlihat pada cara panitia Popda Kecamatan Tayu meminta MI untuk membayar iuran yang besar. Sehingga angka tersebut dinilai tak sewajarnya.
“Memang untuk apa dana 12 ribu rupiah kali jumlah siswa. Dan ini jumlah yang tidak sedikit. Apa memang tidak ada anggaran dari dinas untuk kegiatan seleksi tingkat kecamatan,” ujarnya.
Seperti diketahui, panitia seleksi Popda Kecamatan Tayu diduga melakukan diskriminasi kepada salah satu siswa MI Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Faza Mantasya yang ingin mengikuti seleksi Popda cabang bulutangkis. Pihak panitia mensyaratkan kepada seluruh MI di Kecamatan Tayu untuk membayar Rp 12 ribu kali seluruh jumlah siswa jika siswa MI ingin mengikuti seleksi Popda.
Bahkan, pihaknya mensinyalir kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Tayu saja. Dari informasi yang diterimanya, peristiwa tersebut juga terjadi di Kecamatan Cluwak.
“Kami akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk memutus praktek diskriminasi di dunia pendidikan Pati. Termasuk Disdik, Disbudparpora, serta Kemenag Kabupaten Pati serta tim seleksi Popda Kecamatan Tayu,” pungkasnya. (dy/ai/ws)
\
“Kejadian ini tidak bisa dibiarkan, karena ini menyangkut hak anak bangsa. Apalagi dalam hal ini juga ada dugaan praktek pungli,” kata Mussalam Ketua Komisi D DPRD Pati, Selasa (1/12).
Aroma pungli yang diterapkan tim seleksi kepada sekolah yang akan mengikuti seleksi terlihat pada cara panitia Popda Kecamatan Tayu meminta MI untuk membayar iuran yang besar. Sehingga angka tersebut dinilai tak sewajarnya.
“Memang untuk apa dana 12 ribu rupiah kali jumlah siswa. Dan ini jumlah yang tidak sedikit. Apa memang tidak ada anggaran dari dinas untuk kegiatan seleksi tingkat kecamatan,” ujarnya.
Seperti diketahui, panitia seleksi Popda Kecamatan Tayu diduga melakukan diskriminasi kepada salah satu siswa MI Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Faza Mantasya yang ingin mengikuti seleksi Popda cabang bulutangkis. Pihak panitia mensyaratkan kepada seluruh MI di Kecamatan Tayu untuk membayar Rp 12 ribu kali seluruh jumlah siswa jika siswa MI ingin mengikuti seleksi Popda.
Bahkan, pihaknya mensinyalir kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Tayu saja. Dari informasi yang diterimanya, peristiwa tersebut juga terjadi di Kecamatan Cluwak.
“Kami akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk memutus praktek diskriminasi di dunia pendidikan Pati. Termasuk Disdik, Disbudparpora, serta Kemenag Kabupaten Pati serta tim seleksi Popda Kecamatan Tayu,” pungkasnya. (dy/ai/ws)
\
harianpati.com
Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua
0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Ratih Agnityas Wulandari, Bu Guru Kecil Yang Pemberani. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://sikarang-0.blogspot.com/2015/12/ratih-agnityas-bu-guru-kecil-yang.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
Unknown - Selasa, 01 Desember 2015


Belum ada komentar untuk "Ratih Agnityas Wulandari, Bu Guru Kecil Yang Pemberani"
Posting Komentar