Laman

Quote

Quote

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Quote

Search

top social

Entertainment News

Sport News

Sikarang Batukapur

Sikarang Batukapur
Allah SWT secara adil dan bijak telah memberikan kelebhan maupun kekurangan pada umatnya. Siapapun dan dari negara manapun pasti memiliki sifat itu. Maka dalam beraktivitas menemukan atau menciptakan sesuatu, jika bangsa lain bisa maka kitapun bisa,jika bagsa lain mampu kitapun mampu. Percayalah dalil itu. Oleh sebab itu marilah kita berkarya nyata yang positip demi masa depan dan kejayaan bangsa dan negara kita.

OUT BOND

Facebook

Ads

BTemplates.com

Featured Posts

Random Posts

Recent Posts

Selamat Datang di Blog Yusuf TM, S.Pd

Popular Posts

Senin, 28 Desember 2015

Puisi : SEKEPING MIMIPI ANAK PETANI

Puisi
Persembahan di akhir tahun

SEKEPING MIMPI ANAK PETANI

Ungkapan hati seorang ayah 

(Sikarang Batukapur, makhluk dungu penggembala angin) 


Ada yg tak mau lepas dari ingatan,
kendati  jasad  kian rapuh.
Mengenang banyak jalan licin yang  kau tempuh..
Kau masih ingat……?
Kemarahanku yang memabibuta kala itu.
Sepotong ranting  tak banyak daun, kuayun berulang mencambuk tubuhmu yang kurus.
Hanya tangis penyesalan yang bicara
Seolah kau tahu,
 Kekesalan dan kekalutan hadir dari bayanganmu,
yang pulang petang dalam ancaman petir pinggiran sungai.
Kau terbawa bujukan nakal teman-temanmu.
Sedangkan kelelahan lahir batin telah menderaku sepanjang hari.
Namun……..
Ada lagi yang membuatku merasa bersalah,
Ketika sepatu dan tas sekolahmu robek dimakan usia,
kamu tetap menyembunyikan kesedihan dibalik senyum tipis.
tak meminta ganti dengan yang lain.
Hanya naluri seorang ibu yang fasih membaca  gelagat,
tak boleh kamu resah.
Maka dengan  sedikit uang pinjaman,
dibelikan kau tas dan sepatu termurah di pasar pinggiran.
Mana mungkin ada yang suka, selain kamu yang  tak boleh memilih.
Tahukan kau…….?
Sepeda usangmu masih patuh  menunggumu di sini.
Kendati diam, namun tak kuasa menahan bayang memori kesetiaannya menemanimu ke sekolah setiap hari.
Diapun  bersaksi,
Di sana,
diantara catatan hitam sang bendahara,
ada kamu yang suka terlambat bayar  sekolah, karna belum ada yang kuberikan.
Maafkanlah……
Maka kupintakan ampunannya, agar kau diijinkan ikut ulangan ataupun ujian,
dengan janji usai panen semua hutang  terlunasi.
Tahukah kamu……?
Ada lagi yang tetap jelas dalam ingatan.
Ketika batas akhir masa sekolahmu telah menjelang
Kau berniat beradu nasib di Jakarta,
andai yang kuasa tak mengabulkan asamu,
untuk kuliah tanpa beaya.
Aku hanya sanggup mengangguk cemas.
Tapi apa yang terjadi…..,?
Rupanya sekeping mimpi anak petani tak terpandang hina di mata illahi.
Pancaran anugerah-Nya diturunkan ke bumi,
untuk kau miliki dan syukuri.
Tak boleh disia-siakan,
dan mesti dipertahankan sebagai pesawat sakti  pembawamu menggapai bintang.
Itu amanah pebawa berkah jangan disesatkan.
Ingatlah….!
Do’a  seorang bunda yang sengaja melaparkan diri setiap senin dan kamis, agar angannya dibaca oleh-Nya.
Sedangkan si bapak pincang yang terjemur di pematang tak jemu bemunajat diterik mentari menyengat.
Mereka sabar menunggu,
 kapan kau pinta mendampingimu memakai toga.


                         Pati Utara, Penghujung Desember 2015.





#################################################################################### 
Unknown
Selasa, 01 Desember 2015

Ratih Agnityas Wulandari, Bu Guru Kecil Yang Pemberani



Assalamu'alaikum War Wab.

Selamat  berjumpa dengan saya, Sikarang Batukapur. 

Kali ini saya akan mengabarkan kepada anda tentang perjuangan seorang guru wanita yang sempat mengundang perhatian publik.
Si dia adalah bu guru yang cukup mengidola baik di kalangan teman sejawat maupun di kancah masyarakat. Memang, bu guru yang satu ini terkategori sebagai aktivis organisasi kaum wanita di antara kesibukannya mengabdikan diri di dunia pendidikan. Kecerdasan dan loyalitas sosial sudah semerbak sejak di SMA Negeri 1 Tayu. Kini bu guru yang Sarjana itu sedang teruji kompentensinya dengan bakat siswa didiknya yang terkendala.

*****************************************************************************

Namanya Ratih Agnityas Wulandari. Berdomisili di Desa Tayuwetan, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. 
Bu Ratih, (demikian panggilan akrab dari anak-anak didiknya) adalah seorang guru di MI Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Kecamatan Tayu. 

Pada suatu sa'at (belum lama berselang), Srikandi tanpa tanda jasa ini sempat berbincang-bincang dengan saya, tentang tantangan perjuangan yang dia hadapi. Tak lain adalah upaya menghantarkan siswa didiknya ke jenjang cita-cita yang terkendala oleh sebuah diskriminasi.

Inilah copy dialog dengannya pada saat itu : 




Lagi sibuk berjuang pak

melawan diskriminasi


Ya, begitulah yg namanya jiwa pahlawan itu, Neng, tak lekang karna panas tak rapuh karna hujan. Siapa tahu minggu depan ada hujan buat Neng


iya pak.....mksh atas doanya

meskipun harus repot kmrn bolak balik pati dipanggil kemenag kabupaten

alhamdulilah kemenag pusat menangggapinya


Oke.... lanjut aja !

Sel 21:48


mlm....pak


mlm juga. Apa kabar ? Capek? Jenuh ? dll ? Atau msh sibuk ?


lumayan pak hehehe


Yah, mumpung msh muda, gunakan waktu untuk menebar kemanfaatan bagi sesama. .



besok saya di panggil ka upt

mengenai protes saya

bukan saya lancang melawannya

krn saya berjuang

dg apa yg saya anggap tdk adil


Berarti ada respon. Smoga saja keadilan dan kebenaran akan berpihak padamu. Dan siapapun yg tak faham apa yg kamu tanam saat ini segera mendapatkan hidayah dari Allah SWT.


bukan berarti aq melawan pak suhartotok

sy nggak menghormatinya

tp kita hrs meluruskan aturan dlm juknis..


besok akan saya hadapi..


Protes untuk memperoleh sebuah kebenaran adalah suatu hal yg wajar, dan memang perlu mendapatkan kejelasan dan keputusan yang bisa diterima oleh pihak-pihak terkait. mencari kesepakatan adalah hak yg hrs dihormati.


makasih pak


Demi kepentingan anak bangsa. Aku salut dengan apa yg neng lakukan. Smoga sukses.


kadang saya pingin nagis pak

betapa sulitnya memperoleh keadilan...2 thn

tp kadang mereka ngga mengerti apa yg kita rasakan

mereka ngga nggubris protes kita

ketika DPR,BUPATI,STAF MENTERI tau....baru ada respon

Aq mmg menulis surat resmi pak

di blog ku juga ada curahan2 hati ke galauan tentang perjuanganku


Knapa hrs nangis. Bukankah tangisan itu hanya untuk kompensasi penyesalan ketika berbuat salah/dosa. Sharusnya tetap tersenyum dan bersemangat, karena itu adalah energi yg memotori jiwa. Kalaupun apa yg tlh neng perbuat sekarang ini blm memperoleh hasil yg maksimal, tak apa. Bukankah lebih terhormat melakukan upaya dari pada tdk sama sekali. Konsisten dan tak jera dalam bertindak benar adalah kunci keberhasilan. Percayalah ada saatnya nanti Allah akan memberikan yg terbaik bagi umatnya. Bagimu, baginya, bagi mereka.........


ya...pak

aq mau nangis pak....cuma sulitnya jalan itu pak


Bersyukurlah, Neng diberi jalan yg sulit, berarti neng punya kelebihan yg tdk selayaknya cuma nggarap soal yg mudah.


tapi ketika dukungan dr pak rukman basori...staf mentri dr jakarta...membuat semangat lg...trs ketua DPRD...datang langsung ketemu saya di MI...Bilang salut atas keberaniannya...membuat saya semakin kuat pak....n bnyk yg mengungkapkan dukungannya...SEKDA Kabupaten pati....Koran harian pati....juga


Apa sy bilang.


saya malah nangis pak...nggak nyangka

Saya ucapkan terimakasih...dg tmn2 wartawan...dan staf2 kabupaten pati yg membantu saya.....

pak kanwil propinsi juga saya ucapkan terimakasih


Apapun bs saja terjadi. Tp harapan yg seolah-olah sulit untuk diraih, akan mendatangkan keharuan bercampur kebahagiaan. Yg ini kadang bisa menumpahkan air mata tanpa kita sadari. Akupun pernah seperti itu ketika anak-anaku meraih keberhasilan atas harapan-harapannya.


iyapak....aq nangis ketika disalami pejabat2

dan mereka mengucapkan...bu ratih..sikecil yg pemberani


Ya, smoga apa yg terjadi pada Neng hari kemarin, hari ini, dan hari esuk merupakan sebuah pelajaran berharga yg bisa memotivasi orang lain, terlebih anak-anak bangsa calon pemimpin masa depan.


amin....


semoga


Rupanya pembicaraan kita sdh cukup panjang, Neng. Jika tak keberatan, bagaimana jika dialog ini saya terbangkan di angkasa lewat sebuah blog ?


boleh...pak,,,,,,


Makasih


Harianpati.com – Menanggapi kasus dugaan diskriminasi yang terjadi kepada siswa yang sekolah di MI dalam seleksi Popda Kecamatan Tayu, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Mussalam bereaksi keras atas kejadian tersebut. Pihaknya berencana mengundang seluruh instansi terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kejadian ini tidak bisa dibiarkan, karena ini menyangkut hak anak bangsa. Apalagi dalam hal ini juga ada dugaan praktek pungli,” kata Mussalam Ketua Komisi D DPRD Pati, Selasa (1/12).
Aroma pungli yang diterapkan tim seleksi kepada sekolah yang akan mengikuti seleksi terlihat pada cara panitia Popda Kecamatan Tayu meminta MI untuk membayar iuran yang besar. Sehingga angka tersebut dinilai tak sewajarnya.
“Memang untuk apa dana 12 ribu rupiah kali jumlah siswa. Dan ini jumlah yang tidak sedikit. Apa memang tidak ada anggaran dari dinas untuk kegiatan seleksi tingkat kecamatan,” ujarnya.
Seperti diketahui, panitia seleksi Popda Kecamatan Tayu diduga melakukan diskriminasi kepada salah satu siswa MI Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Faza Mantasya yang ingin mengikuti seleksi Popda cabang bulutangkis. Pihak panitia mensyaratkan kepada seluruh MI di Kecamatan Tayu untuk membayar Rp 12 ribu kali seluruh jumlah siswa jika siswa MI ingin mengikuti seleksi Popda.
Bahkan, pihaknya mensinyalir kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Kecamatan Tayu saja. Dari informasi yang diterimanya, peristiwa tersebut juga terjadi di Kecamatan Cluwak.
“Kami akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk memutus praktek diskriminasi di dunia pendidikan Pati. Termasuk Disdik, Disbudparpora, serta Kemenag Kabupaten Pati serta tim seleksi Popda Kecamatan Tayu,” pungkasnya. (dy/ai/ws)


\




harianpati.com

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua 



0000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
 
Unknown